Sabtu, 05 Mei 2012

Properti | Taman

Berkreasi Dengan Furnitur Taman Minimalis


Oleh Kevin

Kehadiran taman dalam sebuah hunian, mampu memberikan elemen penyejuk dan penyegar. Seberapa pun luas ukurannnya, jika taman dapat ditata apik, tentu akan sedap diapandang dan menambah nilai estetika hunian.
Dengan semakin terbatasnya lahan terbuka di rumah anda, bukan berarti membuat taman menjadi hal mustahuil. Taman dapat diciptakan dengan memadukan elemen keras  dan lunak.
Elemen keras diwakili furnitur taman dan elemen lunak dari tanaman atau pohon perngisi, anda dapat memadukan sesuai kreativitas untuk tampilan lebih sempurna.
Untuk tampilan minimalis, anda dapat memilih furnitur taman berbentuk simpel, dari bahan yang awet. Misalnya saja bahan semen, batu, kaca, atau plastik.


Furnitur berbahan semen bisa anda kreasikan sesuai kebutuhan, misalnya pot di halaman depan rumah. Pot semen ini bisa dibuat sesuai jenis, banyaknya tanaman serta proprsi luas lahan. Meskipun berkesan berat, material berbahan semen terbukti lebih awet ketimbang bahan alami, seperti bambu dan kayu.
Selain untuk pot, anda dapat berkreasi menciptakan bangku, meja taman, dan rumah lampu (kap) taman. Namun, mengingat sifat materi semen yang berat dan susah dipindah, pastikan betul peletakannya sesuai selera anda.


Untuk penempatan pot berbahan plastik dan kaca, sebaiknya anda letakkan di teras samping dan belakang, maupun halaman samping. Tujuannya agar tidak terlalu cepat usang terkena terik matahari dan perubahan cuaca.
Untuk menambah elemen sejuk, anda dapat kembali bermain elemen kaca atau plastik untuk akuarium ikan hias. Akuarium tersebut dapat diletakkan di sudut teras, utnuk melunakkan elemen keras dari material perabot teras lainnya.


Material berbahan semen pun dapat anda kreasikan dalam bentuk ornamen air terjun buatan dengan konsep minimalis. Bentuk lainnya adalahbejana air, patung air mancur, maupun kolam ikan. Untuk pembuatan kolam ikan, jangan lupa melengkapinya dengan sirkulasi air dari pemasangan pipa di dasar kolam dan filter fabric untuk mneyaring kotoran.
Sementara itu, dalam memilih tanaman yang tepat, sebaiknya pilih jenis tanaman yang mudah perawatannya. Apalagi bila anda memiliki rutinitas padat setiap harinya.


Pilihlah tanaman yang dapat tahan dalam kondisi kering, seperti lidah buaya dan adenium. Sebagai piihan lain tanaman pembatas, anda dapat memilih tanaman teh-tehan atau iris kuning. Sedangkan penggunaan rumput bisa memakai jenis rumput gajah mini. Selamat berkreasi.

Rabu, 04 April 2012

Ornamen | Furniture

Cellini di Kota Baru Parahyangan
oleh Kevin

Perkembangan bisnis properti turut memengaruhi elitat usaha mebel. Rumah-rumah idaman masa kini yang umumnya didesain mimalis modern, tentu semakin apik bila diisi perabotan yang selaras dengna langgam praktis tersebut.

Namun, menemukan mebel, seperti meja makan, sofa, meja dan kursi tamu, hingga tempat tidur berkualitas dengan haraga masuk akal, memang gampang-gampang sudah. Hal itu bisa kita siasati dengan mencarinya di toko toko mebel yang sudah berpengalaman dan memiliki banyak cabang.


Cellini, misalnya perusahaan mebel yang berpengalaman di bidangnya, baik furniture maupun interior ini, mencoba menjawab kebutuhan masyarakat akan perabotan yang selaras dengan perkembangan teren dan gaya properti masa kini. Selain itu, Cellini juga berusaha memberi jalan keluar lebih luas bagi kebutuhan mebel untuk perkantoran, hotel, kafe, lounge, dan rumah makan.


Di dalam gerai Cellini, kita bisa memilih beragam mebel dari merek-merek ternama. Pilihan bahan pembuatannya juga bermacam-macam. Ada sofa yang dibuat dengan anyaman tangan berbahan fiber, matras degan bahan karet alami yang menunjang kenyamanan tidur, hingga tirai serta karpet dengan banyak pilihan motif. Cellini juga menghadirkan perangakat penyimpanan pakaian dan peranti dapur dengna sistem panel yang merupakan teknologi dari Jerman.


Konsep yang dibawa Cellini melalui kekayaan mebelnya, yakni kenyamanan modern kontemporer. Hal itu diwujudkan lewat kombinasi model dan bentuk. Pengalaman Cellini di bidang mebel telah diakui pula oleh negara maju, seperti Malaysia, Singapura, dan Taiwan.


Pada 7 mei lalu, Cellini membuka gerai baru di Kota Baru Parahyangan
.

Sabtu, 03 Maret 2012

Ornamen Kamar Tidur

Mengolah Dinding dan Lantai kamar Tidur

Oleh Kevin

Masih bicara tentang kamar tidur yang nyaman. Bila telah menempatkan ranjang dan kasur yang sesuai, ditambah pencahayaan yang bikin ngantuk, sekarang kita bisa mengolah dinding dan lantainya.

Kalau kamar tidur sudah terlihat cantik, tidur pun akan semakin nyenyak dan membantuk menyegarkan kembali tubuh kita. Ada beberapa cara sederhana untuk membuat kamar tidur tampil menarik.

Bagian dinding yang acap diberi sentuhan warna yang berbeda adalah bagian belakang bed head, sebab bagian ini mampu menghadirkan point of interest. Selain warna, sering pula diberi bahan yang berbeda. Kamar akan tampil dengan nuansa tersendrii.

Dalam nenggunakan pelapis dinding, disarankan mengobinasi warna agar lebih menawan. Gunakan paduan atau kombinasi yang tersedia di toko-toko wall cover. Perpaduan warna maupun corak sebaiknya senada, sehingga tidak sulit untuk dipadukan dengan furnitur lainnya.

Untk lebih menghemat, ktia bisa menggunakan kombinasi material wall cover dengan cat dinding. Untuk bagian pemisah, dapat diberikan border, baik dri kayu maupun material wall cover itu sendiri.

 
 
Bila kamar tidur kita baru, dapat mencoba terlebih dulu perpaduan dari contoh bahan, mulai dari wall cover dengan perabot, bahan lantai, hinga langit-langit. hal itu untuk simulasi keserasian ruangan secara keseluruhan.

Kalau kamar tidur didesain minimalis, kita bisa memilih motif yang tak terlalu ramai. Bila langgamnya klasik, gunakan motif-motif dengan detail yang cukup rumit. Bahkan, untuk kamar tidur anak, kita bisa memilih motif kartun.

Sekarang bicara soal lantai. Kita bisa melapisi keramiknya dengna parket atau permadani. Pilih satu bahan sebagai aksen, sehingga bahan itu hanya muncul pada bagian tertentu saja dari lantai. Sesuaikan warnanya agar tetap enak dipandang.

Aksen dapat juga dihadirkan dengan mengombinasi warna utama dengan warna lain, baik dalam dimensi yang sam maupun dalam dimensi lebih kecil atau lebih besar, dapat berupa potongan di sudut maupun dalam kreasi lainnya. Besr kecilnya tekstur yang ditampilkan dari bahan penutup lantai akan memperkuat aksen.

Kamis, 02 Februari 2012

Properti | Wallpaper

Cara Pintar PIlih Wallpaper

oleh Kevin

Bukan hanya Roma yang dapat dituju melalui banyak jalan, mimpi meningkatkan nilai estetika sebuah ruangan juga dapat dilakukan dengan bermacam cara. Mulai dari pencahayaan  atau penataan cahaya, baik itu cahaya alami yang masuk lewat jendela maupun lampu, funitur yang senada dengan ide maupun konsep ruangan, hingga mewarnai dinding dengan nuansa atau motif sesuai selera.

Selain menggunakan cat, mewarnai dinding ruangan dapat dilakukan pula dengan menggunakan wallpaper, yang oleh sebagian orang relatif lebih disukai dan memilik motif yang dapat mendongkrak keindahan ruangan.

Lebih-lebih, selain fungsi dkoratif walpaper dapat digunakan juga untuk menyamarkan dinding yang tidak sempurna. Ketidaksempurnaan tersebut, misalnya retak atau ada bekas plesteran yang jika menggunakan cat perlu dilapisi berulang-ulang.

Agar penggunaan wallpaper menjadi optimal, ada beberapa hal yang patut dicermati.

Hal tersebut antara lain, memilih motif sesuai ruangan. Misalnya, jika wallpaper tersebut akan digunakan di kamar tidur, dapat dipilih warna-warna pastel yang lembut, seperti hijau atau biru. Sementara untuk ruang tamu, warna-warna formal seperti putih bisa menjadi pilihan, atau jika untuk ruangan si buah hati dapat menggunakan wallpaper bermotif tokoh kartun.

Ukuran ruangan pun menentukan pemilihan wallpaper. Jika ruangan tersebut kecil, sebaiknya gunakan motif yang kecil pula agar ruangan tidak berkesan sempit. Begitu pun sebaliknya, untuk ruangan besar dapat digunakan wallpaper berotif besar.

Perkara memberi kesan luas atau sempit pada ruangan, cermati pula soal warna wallpaper. Warna-warna tua bisa membuat ruangan terkesan sempit, dan sebaliknya.

Sementara demi kerapian dan tampilan ruangan, cermati sambungan antar wallpaper, tentu akan lebih baik jika motif tidak terpotong pada bagian sambungan.

Minggu, 01 Januari 2012

Properti | Hunian Jangkung

Apartement dan Kondominium, Apa Bedanya?

 oleh kevin

Anda tingga di apartemen mana?”  “Oh, saya tinggal di kondo di seberang kantor?’ barangkali masih banyak orang yang masih dibingungkan dengan pemakaian istilah apartemen dan kondominium.

Kondominium-atau orang kita biasa menyebutnya kondo-berasal dari kata bahasa Inggris yakni condominium, yang merupakan gabungan dari kata Latin “Con” yang artinya bersama atau bergabung dan “Dominium” yang berarti kepemilikan atau pengendalian. Berdasarkan asal usul katanya, kondominium berarti lebih mengacu pada ihwal kepemilikan, bukan jenis hunian.

Ada pula yang mengatakan, kondominium merupakan bentuk hak guna perumahan (di Indonesia dikenal hak guna bangunan atas rumah susun). Sementara itu, apartemen merupakan tempat tinggal yang modelnya berupa rumah susun. Jadi, yang membedakan adalah penekanannya, yang satu pada hak, yang lainnya pada fisik bangunan.

Gaya hidup bertempat tinggal di kondominium sebenarnya bukan gejala yang baru, tetapi telah ada sejak zaman romawi, kira-kira enam abad SM. Kondominium tidak mempunyak tanah, atap, atau jalan setapak sendiri, seperti halnya pada rumah biasa. Namun, pemilik unit kondominium mempunyai hak untuk melakukan apa saja terhadap unit tersebut, seperti menyewakan atau menjual kepada orang lain.

Di kalangan pegiat properti, pembedaan arti kat kondominium dengan apartemen pun kerap dikaitkan dengan bentuk kepemilikannya. Apartemen dipakai untuk menunjukkan hunian vertikal (hight-rise) yang disewakan, sedangkan istilah kondminium merujuk pada apartemen yang dijual untuk dimiliki oleh masing-masing penghuni. Kendati begitu, sekarang sudah banyak apartemen yan statusnya hak kepemilikan.

Selain itu, dikenal pula isitilah apartemen sewa dan apartemen servis. Apartemen servis adalah apartemen yang disewakan berikut layanan harian (daily service) layaknya hotel. Sementara itu, apartemen sewa (nonservis) yakni apartemen yang disewakan, baik fully furnish maupun non-furnish, tanpa daily service.

Kamis, 22 Desember 2011

Inspirasi | Abun Sanda

Gagasan Besar dari Pikiran Sederhana

executive summary by Kevin

Suatu hari dalam percakapan dengan arsitek kelas dunia Tom Wright, saya mendapat pemahaman menarik tentang sebuah karya besar. Ujar Tom, sebuah karya arsitektur yang ditoreh "dengan mudah dan sebentar saja", biasanya menghasilkan karya agung. Gedung itu jadi mudah dikerjakan dan sedap dipandang mata.

Ia mencontohkan karya dia, Burj Al Arab di Dubai yang fenomenal. Sketsa Burj yang digores hanya dalam tempo di bawah sepuluh detik ternyat dikagumi orang. Gedung Opera Sydney, yang sampai sekarang masih dikagumi warga dunia, juga lahir dari sketsa yang dikerjakan di bawah sepuluh detik.

Hotel Marina Bay Sands, Singapura yang terdiri dari tiga gedung berlantai 57, dan di atap kegita gedung itu terbujur kolam renang raksasa juga lahir dari pikiran sederhana. Moshe Safied, arsitek gedung ini membuat sketsa hotel itu juga dalam hitungan detik, tidak berpekan-pekan, tidak bertahun-tahun.

Menurut Tom, sketsa sebuah bangunan atau gedung yang dikerjakan dalam waktu lama biasanya justru tidak fantastis, pekerjaannya rumit. Hasilnya pun datar, biasa saja. "Ini menurut pengalaman pribadi saya dan sejumlah arsitek ternama lainnya," ujar Tom sambil tersenyum.

kalau berada di kolam renang Marina Bay Sands, saya suka terkagum-kagum. Di kolam yang terletak 200 meter di atas permukaan laut itu, kita bisa melihat kota Singapura dari banyak sudut. Dan, letak pinggiran kolam renang yang langsung berbatasan dengan tempat terbuka, membuat yang berenang seolah hendak menggapai gedung-gedung tinggi di sebelahnya. Salah satu letak kefantastisan gedung itu adalah kolam renang itu. Setiap hari ribuan warga dunia datang berenang atau sekadar main ke areal kolam termasyhur ini.

Pemerintah Singapura memang tangkas dan kreatif. Pemimpin negara dengan luas hampir sama luas wilayah DKI Jakarta ini, pandai menghasilkan inovasi baru. Pulau Sentosa, bisa dibuat menjadi resor kecil yang luar biasa eloknya. Aneka fasilitas, dan karya seni di sekitar resor benar-benar menimbulkan decak kagum. Lalu, kawasan di sekitar muara sungai Singapura ini dibangun banyak infrastruktur yang mencengangkan dan menggetarkan. Patung Singa dengan air muncratnya, berikut jembatan di sekitarya, membuat warga dunia dapat meraih hiburan dan inspirasi luar biasa. Pemandangan di sekitarnya, membuat warga dunia dapat meraih hiburan dan inspirasi luar biasa. Pemandangan di sekitar sini memang mencengangkan. Segala duka lara kerap lesap di sini.

Dalam konteks lebih kecil, kita kerap menemukan sentuah luar biasa di kawasan lain di dunia. Di Bedloe's Island, di mulut pelabuhan New York, misalnya, kehadiran patung Liberty (28 Oktober 1886) sangat bermakna. Begitu pula kehadiran hutan Central Park, memberi aura lain bagi kota tersibuk di dunia itu. Pembangunan beberapa kincir angin di Kota Amsterdam, memberi warna lain pula bagi kota yang dipenuhi para pesepeda tersebut. ATau, kehadiran patung Selamat Datang di bundaran Hotel Indonesia, dan Patung Hermes di Jembatan Harmoni, memberi nuansa luar biasa di Ibu Kota, Keuda patung itu kecil saja, tetapi memberi nilai luar biasa pada DKI Jakarta.

Kita memang suka terkesima oleh sentuhan-sentuhan kecil yang tentu saja dikerjakan dengan brilian oleh "orang besar".

Sentuhan kecil yang keren, bisa juga dalam bentuk lain. Keitka anda berada di sebuah hotel yang mewah di Haikou, Pulau Hainan, saya terkejut tiba-tiba ada dua orang gadis rupawan bermain suling di balkon hotel yang amat hiruk itu. Mendadak semua pengunjung hotel, yang bersuara berisik terdiam. Mereka lalu duduk menikmati suara suling yang luar biasa tersebut.

Sentuhan kecil yang meresap di hati memang selalu memesona.

Rabu, 30 November 2011

Aku dan Rumahku

Nuarta Dalam Desau Pinus

Di Kampung Tirtasari, di belakang Perumahan Setra Duta, Bandung Utara, delapan tahun lalu, seniman patung Nyoman Nuarta menanam 400 pohon pinus. Kini pinus itus seolah menjadi pelindung tiga rumah yang berdiri di atas lembah.

Oleh Putu Fajar Arcana reviews by Kevin

Di lembah dengan desau pinus itu Nuarta shari-hari memancing energi kreativitasnya. Pada areal seluas 6.000 meter persegi tumbuh juga berbagai pohon buah, seperti jeruk, jambu, srikaya, dan mangga. Tak jauh dari lokasi itu batang-batang bambu mencucuk tebing lembah. Bahkan, pohon bunut dengan batang besar dan mungkin telah berumur puluhan tahun seperti dibiarkan tumbuh liar. Tak urung hutan kecil itu menjadi sarang burung dan musang.

"Malah ada beberapa induk musang yang jinak. Kalau saya beri buah, eh malah datang. Biasanya sih pagi atau petang hari," tutur Nyoman Nuarta pada awal Mei 2011.

Tiga rumah yang dibangun Nuarta masing-masing diperuntukkan bagi dua putrinya, Anya dan Tasya. Sementara satu rumah lain yang langsung menghadap lembah belum selesai dibangun. Rumah itulah nanti yang menjadi tempat hidup Nyoman Nuarta. "Sekarang saya menempati rumah Tasya, yang kebetulah tinggal bersama suaminya di Jakarta," tuturnya.

Kendati berstatus rumah "pinjaman" dari anknya, perupa kelahiran Tabanan, Bali, itu membangun "studio", tepatnya ruang kerja, di lantai dua. Ia juga memiliki satu ruang kerja lain didalam kamar tidurnya. Asal tahu, kendati berprofesi sebagai seniman patung. Nuarta tidak lagi memegang pahat untuk menatah kayu atau batu. Sejak awal ia mengkhususkan diri menekuni patung logam dengan teknik cor. Oleh sebab itu, sejak awal pula seniman ini bekerja dengan komputer.

"Sudah tak ada lagi pensil atau kertas untuk buat sketsa. Saya sudah langsung menggambar di komputer kendati belum tiga dimensi," katanya. Penyertaan teknologi di dalam seluruh proses kerja patung itulah yang membuat Nuarta leluasa mengerjakan patung-patung luar ruang berukuran raksasa.

Tiga Dimensi

Tiga gugusan rumah di lembah Tirtasari milik Nuarta, dalam istilahnya, termasuk rumah tiga dimensi. "Sluruh sisi rumah diberi akses ruang terbuka, seperti kebun dan jalan. Jadi, tidak ada sisi yang disebut belakang," katanya.

Nuarta membuat jalan di antara masing-masing rumah, lalu di sisinya di tanami pohon seperti srikaya dan jeruk. Di bagian depan dan samping berderet pohon pinus. Sementara di halaman tengah terdapat kolam renang yang kebetulan belum difungsikan.

Dari ruangan kerja, baik yang di kamar maupun di dekat ruang keluarga, Nuarta bisa leluasa memandangi deretan pinus atau hutan di sepanjang garis lembah. Dari situ, ia juga bisa memandang atap NuArt Gallery miliknya yan belokasi di seberang lembah. Bahkan, bengkel kerjanya bisa juga dipandangi dari lantai tiga rumahnya yang terbuka.

Rasanya agak aneh, di tengah hutan pinus berdiri tiga gugus rumah berbentuk kotak yang dikonstruksi dari baja dan beton. Nuarta punya alasan spesifik soal itu. "Kalau aku pakai kayu, berarti harus menebang pohon. Pohon tidak tergantikan, Bung," katanya.

Ia merasa rugi menanam ribuan pohon di sekitar galeri, bengkel, dan rumahnya jika akhirnya haru mendirikan rumah dari batang-batang pohon. Di luar soal itu, menurutnya, dari Lembang sampai Bandung terdapat sesar yang setiap saat bisa bergeser menjadi gempa, "Makanya seluruh struktur rumah ini sudah memperhitungkan daya tahan terhadap gempa dalam skala tertentu. Kita tidak tahu kapan itu akan terjadi," tutur Nuarta.

Rumah dalam diri Nuarta harus menjadi simbol dari kreativitas. Dari ruang kerja ia merancang gambar-gambar patung, lalu mengolahnya di bengkel, yang kira-kira hanya berjarak 400 meter, bersama para staf dan tukang-tukangnya. Tak tanggung-tanggung, bengkel kerja Nuarta sebagian besar berupa ruang terbuka yang penuh dengan aneka rangka dan bagian-bagian patung berukuran besar yang sedang dibangun. Satu kepala patung saja bisa beriameter 5-15 meter.

Lembah dan suara air terjun yang mengalir dekat bengkel kerjanya selalu menjadi desau alam yang memancing kreativitas. Itulah yang, menurut lelaki berbadan tinggi besar ini, selalu membuatnya merasa hidup, "Seolah air kreativitas itu tak pernah habis di sini," katanya.

Nuarta termasuk seniman yang betah "berkeliaran" di sekitar rumahnya sepanjang hari. "Paling saya dari ruang kerja ke galeri, kafe, dan bengkel, semuanya dalam lingkungan ini," katanya. Di areal seluas sekitar 3,5 hektar milik Nuarta terdapat fasilitas-fasilitas tadi, termasuk taman patung. "Semuanya saya buat agar merasa betah bekerja," tuturnya.

Saat burung pelatuk bernyanyi seperti memberi tanda bahwa hari sudah petang, kami bergegas ke lantai atas. Dan dari situ lembah hijau bisa di pandang sepanjang hari...