Kamis, 29 November 2018

ORNAMEN | Nyamannya Gaya Rumah Jepang


Fungsionalitas dan keserdahanaan menjadi pokok dalam desain ala Jepang terutama rumah. Kita bisa menjadikannya inspirasi untuk rumah sendiri. Mengadopsinya tanpa kehilangan gaya personal

KITA bisa mulai dari pencahayaan. Ruang-ruang di Jepang mengoptimalkan pencahayaan yang baik dan perabot berwarna cerah. Dekorasi yang minimalis, kayu-kayu berwarna muda, dan permukaan-permukaan putih popular di Jepang.
Rayakan ruang kosong. Jika Anda benar-benar ingin menciptakan atmosfer Jepang, hal ini menjadi salah satu kunci. Ruang yang terbuka memberi kita tempat untuk bernapas dan membebaskan pikiran. Kelenggangan ruang juga menjaaid cara desain tradisional Jepang menyeimbnagankan rumah, juga symbol untuk keseimbangan hidup.
Tambahkan kriya sebagai perabot atau dekorasi di rumah Anda. Alasan lain kekosongan dilihat dengan positif adalah karan dala mruang yang tak sesak kita justgru jadi bisa mengapresiasai detail. Budaya Jepang juga dipengaruhi shokunin katagi atau semangat ketukangan, dengan focus pada detail dan estetika. Carilah kriya local berkualitas bagus yang sesuai dengna selera Anda ,dan bawa pulang ke rumah.
Prinsip lain desain rumah Jepang adalah emnciptaka nsirkulasi yan baik antara ruang dalam dan ruang luar, sekaligus utnuk mengapresiasi keduanya.  Pintu geser sangat umum di Jepang, sebagai salah satu cara menghadirkan transisi yagn mulus antar-ruang. Pada pintu-pintunya, orang Jepang juga suka menggunakan panel shoji, bingkai kayu yang dirangkai dengan material tembus cahaya, seperti kain atau plastic.
Jepang juga sangat menghargai ruang personal. Buatlah ruang personal Anda sendiri, misalnya degnan memanfaatka nsudut rumah yang memiliki jendela.
Hias ruangan dengan tanaman. Cara ini bisa mendekatkan keseharian dengan alam. Orang Jepang juga kerap menanam bamboo di rumahnya. Anda bahkan bisa menghadirkannya di dala mrumah dengna menempatkan bamboo dalam pot-pot bear sebagai pemisah ruangan atau elemen dekoratif. Rumah-rumah Jepang telah membuktikan, yang minimalis bisa jadi tak kalah memikat. [Sumber : Kompas, Jumat, 10 Mei 2019|Oleh : NOV]