Amazon Contextual Product Ads

Selasa, 03 Maret 2015

Meja Makan

Pilih Persegi, Bundar, atau Elips?




FURNITUR yang kita pasang di rumah kadang turut menciptakan mood bagi penghuni rumah. Semisal, kita memasang kursi malas dari ranting pohon jati, suasana di ruang keluarga menjadi pas untuk beristirahat atau berkegiatan ringan.


Begitu pula menempatkan furniture minimalis praktis di dapur. Ibu bisa tidak merasa lelah memasak bergam penganan kesukaan keluarga, sebab perabotan yang praktis memudahkan kesibukan di dapur.


Furniture juga bisa menyulap suatu ruangan tampak trendy, meski lahannya terbatas. Yang penting kita tak salah pilih furniture dan menggunakannya sesuai kebutuhan.


Bila ukuran rumah terbatas, biasanya kita mengakali kesan ruangannya dengan memilih furniture kecil dan tembus pandang. Begitu pula sebaliknya, jika tipe rumah kita luas. Padahal, bentuk furniture dapat pula kita pakai untuk bersiasat.


Kita ambil contoh meja makan. Di toko mebel, banyak dijual meja makan berbentuk bujur sangkar, persegi panjang, elips, hingga bundar. Kita bisa memilih yang paling oke untuk ruang makan kita.


Meja makan bujur sangkar, sesuai bentuknya yang sederhana dan sama sisi, akan tampak menarik jika berdiam dalam ruang makan mungil. Meja seperti ini dapat menambah keakraban seluruh anggota keluarga saat menikmati sarapan atau makan malam. Namun, jangan memilih meja ini bila ruangannya panjang. Kesannya menjadi aneh.


Bila ruang makan kita memanjang, meja makan persegi panjang tentu menjadi pasangan yang apik. Selain berfungsi untuk penyeimbang, meja ini memiliki kapasitas kursi yang lebih banyak.


Meja persegi memang dianggap yang paling cocok untuk semua bentuk ruang makan. Namun, bila ruang maka nkita cukup luas, tak ada salahnya kita memilih meja makan berbentuk lingkaran atau elips.


Meja makan bundar atau elips amat seksi bila berdiri pada ruangan yang lapang. Bentuk lingkaran dan elips menghadirkan atmosfer yang hangat karena sifatnya yang memusat. Akan tetapi, elips kesanya lebih informal.

Nah, sekarang tinggal pilih yang cocok dengan ruang makan kita.


Senin, 02 Februari 2015

Yoga Bersama INES

INES SOMELLERA
Maria Hartiningsih dan Frans Sartono

Hidup selalu diisi kebetulan-kebetulan bermakna yang membawa seseorang menuju tujuan yang dikehendakinya. Seperti sudah digariskan. Begitu Ines Somellera (45) memaknai pengalamannya. 

Nama Ines tak terpisahkan dari yoga, praktik yang menyatukan gerak tubuh dengan pikiran dan perasaan, bersumber dari teks-teks kuno India yang konon usianya lebih dari 3.000 tahun. Namun, kata Ines, evolusi alamiah menjadikan ekspresi yoga disesuaikan dengan kebutuhan hari ini, menjadi milik siapa pun, bisa ditemui di mana saja, dan saling memengaruhi. 

”Yoga adalah pengetahuan tentang bagaimana tubuh bekerja dan tentang kesalingterkaitan antara tubuh, pikiran, dan perasaan. Yoga membantu kita memerhatikan dengan baik tubuh kita, diri kita, dan apa pun yang ada di alam,” katanya melanjutkan.

Ines paham kehidupan di kota besar membuat orang seperti mesin. Kesibukan membuat orang terpenjara oleh waktu dan tak mampu mengingat hakikat alamiahnya. Pada waktu istirahat, pikiran melayang. Sebaliknya, saat tubuh kelimpahan energi, orang sibuk bekerja dalam duduk dan berpikir.

Akibatnya, energi terperangkap di dalam tubuh, menyebabkan rasa sakit, yang mungkin bisa diatasi dengan obat, tetapi akarnya tak tersentuh; hidup tak berimbang itu.

Tubuh manusia dirancang untuk bergerak, tetapi banyak orang hanya punya sedikit pengetahuan bagaimana tubuh bekerja. ”Mereka memerlukan yoga untuk membantu melanjutkan perjalanan,” begitu Ines menyederhanakan bahasa sulit para yogi, seperti BKS Iyengar.

Cermin hati 

Kita harus berhenti berpikir bahwa yoga itu sulit, lanjut Ines. ”Saya sangat suka mengajar dan berbagi untuk bilang, yoga tidak sulit,” tuturnya.

Yoga itu sederhana karena semua berawal dari bernapas. Kita tidak memulai dengan melipat kaki di bawah kaki.

”Kalau saya bilang, ayo letakkan tanganmu di punggung,” ia menggerakkan tangannya ke punggung, ”Pikiranmu harus mengikuti gerakan, berhenti memikirkan yang lain. Kembalikan pikiran ke tubuhmu.” Kata orang bijak, yoga adalah cermin hatimu.

”Kalau berlatih dengan perasaan tak keruan, atau sedang marah, tidak fokus dan nervous, akan ada saja yang salah dari gerakanmu,” kata Ines.

Makin banyak berlatih, makin banyak kesempatan memberimbangkan tubuh dengan pikiran dan perasaan karena saat melakukan yoga kita berada di wilayah yang paling intim dengan diri sendiri.

Ines selalu mengatakan, yoga adalah seni; sempurna untuk merayakan hidup. ”Yoga membantumu menjadi anggun dan cantik. Cantik itu bukan kesempurnaan bintang Hollywood, tetapi ketika Anda mencapai keberimbangan.” 

Ines memasukkan unsur yoga dalam setiap kegiatan berkesenian, dan sempat berkolaborasi dengan banyak seniman tari. Belakangan ia juga jatuh cinta dengan pencak silat dari Sumatera setelah berkenalan dengan komunitas seni Gusmiati Suid. Namun sebenarnya ia jatuh cinta dengan ragam budaya di Indonesia
”Saya juga mencintai Bedoyo,” ungkapnya, menyebut tarian adiluhung dari Keraton Solo dan Yogyakarta itu, ”Tapi susah. Hal terdekat ke Bedoyo adalah tai chi karena tai chi memiliki gerakan yang sangat lambat dan lembut. Melalui pernapasan kita membuat gerakan dan keberimbangan.”

Lalu, bagaimana Ines mengenal yoga?

”Bisa dibilang, yoga memilihku.” Ia mengenang peristiwa patah hati ketika usianya 15 tahun. ”Seperti datang begitu saja, menyelamatkan saya dari kesedihan. Lalu, saya selalu membawanya dalam perjalanan hidup.”

Menemukan diri 

Sebenarnya yoga bukan sesuatu yang asing. Di kota tempat tinggalnya, di Guadalajara, Meksiko, pusat pelatihan yoga bertebaran. Ayahnya bahkan pernah membuka yoga center.

Namun, anak kedua dari tiga bersaudara itu sibuk belajar seni pertunjukan. Ia ingin menjadi aktris. Orangtuanya menentang, dan mengirimkannya kuliah di jurusan komunikasi, yang ternyata adalah jalan menuju cita-citanya. 

Kebosanan akan hiruk pikuk New York membawa Ines kembali ke Bali, padahal kariernya dalam seni pertunjukan, boleh dibilang, sedang di puncak.

”Saya ingin keluar dari dunia Barat yang segala sesuatunya telah menjadi repetitif, dan banyak kekerasan setelah tragedi 11 September. Saya ingin menemukan diri saya yang baru....”

Kamis, 01 Januari 2015

Utopialiving

Kamar Mandi Sejuk dan Sehat

Original text by Bella Wiraniskata, diadaptasi By Kevin


Pernah tidak merasa malas masuk kamar mandi? Entah karena terasa panas dan pengap, gelap, atau berbau taksedap karena lembab. Kalau sudah begini, artinya anda harus meperhatikan ventilasi kamar mandi, jangan-jangan kurang atau bahkan tidak ada ventilasi.

Kalam memang masih memungkinkan, buatlah jendela atau skylight. Tak peduli berapa pun ukuran kamar mandi, ventilasi mutlak diperlukan. Ventilasi punya banyak kegunaan buat kamar mandi. Lewat ventilasi, udara akan dialirkan keluar-masuk sehingga kamar mandi selalu memperoleh udara segar. Jadi, kamar mandi tak akan terasa panas dan pengap lagi.

Tidak Cuma itu, jendela atau skylight juga berguna untuk memasukkan banyak cahaya matahari. Dengan demikian, kamar mandi selalu terang di siang hari. Cahaya matahari juga menjaga kamar mandi supaya hangat dan tidak lembab, jadi tidak ada lagi bau tak sedap.

Seperti halnya ruangan lain pada umumnya, keberadaan sebuah atau lebih jendela dapat menjadikan ruangan terasa lebih lega. Begitu juga halnya dnegan kamar mandi. Skylight menjadikan ruang terasa lebih tinggi karena bagian atasnya terbuka. Jendela pada dinding membuat ruang terasa lebar secara horizontal.

Manfaatkan kaca buram

Masalah bukaan di kamar mandi memang membuat dilemma. Perlu dibuat sirkulasi udara yang baik, tetapi tuntutan privasi yang tinggi membuatnya sulit dipenuhi. Ujung-ujungnya mala hdibuat tertutup lagi.

Wajar saja jika kamar mandi anda cenderung lembab. Sebab, umumnya ruangan ini dibuat tertutup agar privasi terjaga. Sementara itu, untuk menjaga kadar kelembaban ruangan diperlukan cahaya dan udara yang cukup. Hal itu bisa dicapai dengan membuat bukaan yagn memadai, misalnya jendela.

Bisakah membuat jendela di kamar mandi tanpa kehilangan privasi? Tentu bisa. Manfaatkan kaca buram sebagai solusinya.

Ada beberapa macam kaca buram yang bisa anda gunakan, misalnya jenis sandblast dan kaca es. Cara pembuatannya pun variatif. Kaca sandblast bis dibuat dengan menempel stiker, atau membuat lapisan permanen dengan memoleskan larutan magnesium sulfat di permukaan kaca. Sementara, kaca es dengan permukaan tidak rata didapat melalui proses pemanasan kaca.

Memanfaatkan material ini, anda tak perlu takut lagi membuat jendela di kamar mandi. Cahaya bisa tetap masuk, privasi pun tak terganggu. Pilihan jenis kaca ada di tangan anda. Yagn penting, ruangan tidak gelap lagi.

Lalu, bagaimana kalau sudah terlanjur membuat kamar mandi tanpa ventilasi, atau ventilasinya kurang? Kalau memang masih bisa, buatlah jendela pada dinding yagn langsung menghadap ke ruang luar. Jika tak mungkin, pasang exhaust fan untuk menyedot udara pengap kamar mandi.

Ingat, kamar mandi tak sehat bisa berpengaruh terhadap kesehatan seluruh rumah.

Ornament Kamar Mandi

Corak kain

Inilah salah satu keramik dengan corak kain di permukaannya, bernama Rajasthan. Ukurannya beragam, dari 150mmx150mm, 150mmx300mm hingga 300mmx300mm. motif di permukaan keramik ini diadaptasi dar ialat pencetak motif kain yagn digunakan di Rajasthan, India. Kermaik Rajasthan dapat dipasdang acak sesuai motif dan ukuran yang diinginkan. Ketebalan keramik dapat dipesan sesuai selera. Corak kain seperti tumbuhan dan hewan tampak mendominasi permukaannya. Rajasthan dapat digunak utnuk dinding karma mandi dengan tema natural. Warna yagn tampak seperti batu alam semakin menguatkan kesan alami.

Kebiasaan/daily habit dalam kamar mandi

Kohler menghadirkan invasi baru yang memungkinkan mandi di pancuran sembari tetap mendengarkan music. Hal itu dimungkinkan oleh Kohler Moxie yang dilengkapi perangkat Bluetooth yang menghadirkan music dalam shoer dengan speaker wireless yang terintergrasi dan bisa diisi ulang dan dipindahkan. Instalasi perangkat ini sangat cepat dan mudah ,sama seperti untuk showerhead standar. Nozzle dengan enam puluh sudut menghadirkan cakupan yang penuh dan luas. Control audio diatur melalui alat dengan perangkat Bluetooth yagn dudah di-pairing, seperti smartphone atau mp3 player.

Jumat, 12 Desember 2014

Inovasi untuk Kamar Mandi



Kamar mandi tak lepas dari sentuhan inovasi. Ruang yang sangat pribadi ini bisa tampil lebih nyaman dan menyenangkan berkat berbagai inovasi. Sebut saja misalnya berendam berlama-lama di bathtub. Kegiatan relaksasi ini tidak mungkin dinikmati kini jika tanpa jasa Joh Michael Kohler.

Pada 1783, John Michael Kohler mendirikan perusahaan Kohler Co di AS. Inovasi yang ia lakukan adalah melapisi sebuah palung besi dengan enamel sehingga tercipta bathtub pertama di dunia pada 1883. Selama 140 tahun kehadirannya, Kohler menghadirkan berbagai terobosan dan inovasi bermakna. Seiring dengan perayaan 140 tahun, pada 2013 lalu Kohler menghadirkan inovasi terbaru, yaitu Kohler Moxie Showehead dan Wireless Speaker.

Ini adalah jawaban bagi mereka yang ingin tetap mendengarkan music saat sedang mandi di pancuran. Sbuah survey menyebutkan, jumlah pengguna smartphone meningkat dan mereka membawa  peranti tersebut ke semua tempat. Sebanyak 75 persen di antaranya bahkan menggunakannya di dalam kamar mandi. Dengan Kohler Moxie Showehead yang tersambung via Bluetooth kealat pemain music seperti smartphone dan IMP3 player, pengguna dapat mandi di pancuran sambil tetap mendengarkan music.


Perangkat ini tersedia di Kohler Design Center. Kohler Design Center yang dibuka pada 2012 merupakan tempat mencari inspirasi dan solusi perlengkapan dapur dan kamar mandi dengan kualitas terbaik dari Kohler. Di tempat ini, para desainer interior dapat berdiskusi dengan para pelanggan mengenai solusi desain interior bagi dapur dan kamar mandi. Ruangan dengan berbagai pelengkapan dapur dan kamar mandi di Kohler Design Center Jakarta ditata sedemikian rupa utnuk dapat memberikan inspirasi bagi siapa saja yang berkunjung.