Selasa, 30 Agustus 2011

Properti | Apartemen

Properti | Apartemen

Tempat Tinggal Tepi Laut

Oleh Kevin
ADa banyak cara untuk memikat orang membeli rumah atau apartemen. Selain lokasi yang stragetis, kemudahan dan keringanan pembayaran juga menjadi daya tarik. Pemandangan indah di sekitar properti itu berada, dapat pula membuat kosumen jatuh hati.
Faktor yang terakhir tadi tampaknya tengah menjadi tren promosi bagi sejumlah pengembang. Akan Tetapi, bagaimana dengan kota yang terlanjur padat seperti Jakarta ini bisa mendapat pemandangan yang indah?

Itu bisa diusahakan dengan membangun properti di tepi laut. Ya, laut dijadikan "halaman" tempat tinggal. Lihatlah Jakarta Utara yang saat ini telah berubah menjadi kawasan prestisius untuk tempat tinggal dan bisnis. Perumahan mewah merapat di sana, tak ketinggilan apartemen-apartemen jangkung yang bentuknya yahud.

Pengembang-pengembang kelas wahid hampir dipastikan memiliki aset di pesisir Jakarta Utara. Apa istimewanya hunian di tepi laut ini?

Seperti hunian di perbukitan hijau, tempat tinggal di tepi laut juga menawarkan pemandangan yang lepas dan jauh. Udara pantai dan debu ombak yang khas, konon dapat meredam penat dan jenuh. Seolah kita berwisata setiap hari.

Bayangkan pula kita tinggal di sebuah unit apartemen yang berhadapan dengan laut di Jakarta Utara, yang setiap waktu kita dapat mengamati akitivitas laut. Semisal kegiatan bongkar muat pelabuhan dan sibuknya pengaturan kapal yang hendak bersandar.

Ada pula suguhan udara, yakni lalu lintas pesawat terbang yang pikuk saat hendak mendarat maupun sesaat setelah lepas landas dari BAndara International Soekarno-Hatta. Bagi yang memiliki anak-anak, pemandangan seperti ini tentu amat menyenangkan dan menjadi sarana belajar gratis.

Tinggal di tepi pantai juga memungkinkan seseorang memiliki kapal pribadi, seperti yang dapat kita tonton di kawasan Pantai Mutiara. Rumah-rumah elite bisa didesain memiliki dermaga untuk mengikat kapal-kapal pesiar mini itu.

Di Jakarta Utara, ada jalan tol yang menghubungkan semua tempat penting di Jakarta. Berdiri pula sejumlah mal yang memayungi tempat belanja dan hiburan keluarga. Sarana pendidikan juga tak jadi soal. Angkutan kotanya pun lengkap, mulai dari mikrolet, metromini, hingga bus Transjakarta.

Tren porperti tepi laut juga bergulir di kota-kota bisnis selain Jakata. Contohnya di Surabaya, yang pembangunan huniannya terjadi secara progresif di pesisir timur Kota Pahlawan itu.

Batam tak mau ketinggalan. Kota yang pembangunannya acap dipengaruhi Singapura itu, juga gencar meluncurkan mega proyek hunian bernuansa pantai. Di Pulau Dewata bahkan sudah jauh lebih masif. Kawasan Kuta, Nusa Dua, Sanur, dan sekitarnya telah disesaki resor, hotel,aprtemen, dan kondotel.

Yang jelas, rumus sederhana untuk membeli properti itu adalah melihat "lapisan" lingkungannya. Misalnya, satu kilometer, dua kilometer tersedia kompleks kuliner, hingga di kilometer selanjutnya berdiri perkantoroan.

Kamis, 25 Agustus 2011

Friendly Energy


Environmentally friendly energy

Various efforts have been made to make a lot of mobile networks is more environmentally friendly. Including the provision of electricity for base transceiver station. BTS especially in remote areas where electricity is not affordable.



Remote areas normally use diesel generators, or it could be renewable energy, like solar cells or windmills, or a combination of both. Just to the constraints diesel power is still expensive fuel deliveries, while the solar cells and wind capacity is limited.

During this storage of solar energy and wind power are always using the battery pack. Weaknesses battery, in addition to limited capacity, also take a long time, as the wind does not always blow strongly, while the sun shines only during the daytime



An interesting solution is currently being created by converting the excess power generated at certain moments in the form of synthetic natural gas.

This process is successfully developed in German and Austrian scientists, among others, cooperation with the Fraunhofer Institute remedy Technology and Fuel Systems Solar Energy, Germany.

Through the process of electrolysis, electric current direction of the windmill or solar cells will separate water into hydrogen and oxygen gas. Addition of carbon dioxide and hydrogen to make methane gas metanisation results can be stored in gas cylinders or distributed through the existing gas network at this time.



For remote areas, this is very useful, not only for the needs of the kitchen, but also provide electricity. Even now, there are many generators that use natural gas, fuel-cell power plant can also be used without transport to be troubled with a difficult and dangerous.

For a very rich country with sunshine and has thousands of remote islands such as Indonesia, this is certainly an advantage if implemented.\



Especially now Fraunhofer scientists also have found that solar cell efficiency of 41.1 percent has developed a young scientist, Dr. Frank Dimrtoh and his team. Metamporpic solar cell efficiency triple-junction is almost twice the efficiency of conventional silicon-based solar cells today.

Selasa, 09 Agustus 2011

Properti | Ruangan

 Menghias Rumah Dengan Ulos
Oleh Kevin

Bila pergi ke medan atau kota-kota di Sumatera Utara, kita sering membeli ulos sebagai buah tangan. Ulos sudah terkenal sebagai kain tenun tradisional khas masyarakat Batak.

Ulos sebenarnya pakaian sehari-hari masyarakat Batak sebelum pengaruh kebudayaan Barat masuk. Konon, pada zaman dulu, wanita batak yang belum menikah melilitkan ulos di atas dada, sedangkan perempuan yang sudah menikah dan punya anak atau para lelaki melilitkannya di bawah dada.

Panjang ulos bisa mencapai 2 meter dengan lebar 70cm. Agar menutup sebagian besar tubuh, dua helai ulos biasanya disambung menjadi satu. Untuk membuat sehelai ulos, butuh waktu berbulan-bulan. Apalagi bila motifnya rumit.

Bila kita mau sedikit berkreasi, ulos dapat menjadi bagian dalam keindahan interior rumah kita. Namun, kita harus memilih ulos yang paling sesuai untuk dekorasi ruangan. Sebab, ada beberapa jenis ulos yang sebenarnya hanya boleh dipakai untuk upacara adat yang bernilai sakral.

Untuk itu, kita pilih uloas yang bermotif umum saja. Sebagai penghias ruangan, ulos dapat digunakan untuk kain penutup meja, penutup kursi, bekleed, gorden, hingga hiasan dinding. Warna dan motifnya yang variatif, memudahkan kita untuk menyelaraskan ulos dengan nuansa interior yang diinginkan.

Yang perlu diperhatikan adalah dominasi warna dan gaya yang sudah ada terlebih dulu dalam interior kita. Bila ruangan  rumah sudah dipenuhi dengan warna dan motif, kita dapat memilih ulos dengan motif yang lebih sederhana dan warna yang senada dengan salah satu warna yang ada di ruangan kita.

Namin, bila interior terasa lebih kosong, kita bisa menerapkan ulos dengna motif yang lebih kaya akan corak. Warna ulos dapat dipilih yang lebih kontras dari warna bagian yang hendah diberi ulos tersebut.

Menurut sejumlah desainer, menata interior butuh keberanian mencoba dan jangan takut mengekspresikan selera kita. Hal itu dapat membantu ktia merasa lebih nyaman berada di rumah. Selain itu, hal ini menjadi sebuah usaha untuk melestarikan budaya nusantara.