Rabu, 09 September 2015

Aneka Jenis Rumput untuk Taman

Disadur oleh Kevin
Pernahkah anda melihat taman rumah seseorang yang memiliki rumput hijau nan menawan? Kadang kita bertanya-tanya rumput apa yang digunakan. Nah, berikut ini beberapa jenis rumput yang bisa digunakan untuk taman.

Selain mempercantik taman, rumput berfungsi mencegah erosi, mengurangi suhu yang tinggi, serta mengurangi debu pada tanah. Sala hatu rumput yang digemari orang adalah rumput gajah. Rumput jenis ini harganya cukup terjangkau dan bisa hidup walaupun di tempat yang kurang air.
Rumput gajah juga mudah tumbuh dan tahan terhadap injakan kaki. Tak heran jika banyak orang yang menanam rumput ini di tempat yagnsering dijadikan tempat lalu-lalang orang. Untuk perawatan, rumput gajah perlu dipotong setiap dua minggu sekali. Jika tidak, bentuk rumput akan menjadi kurang bagus karena ukuran daun yang besar dan kasar.

Ada juga rumput gajah mini yang memiliki daun lebih kecil. Rumput ini cocok ditanam di tempat –tempat yang jarang menerima sinar matahari. Pasalnya, rumput gajah mini mampu tumbuh dengan baik walaupun hanya mendapatkan penyinaran matahari sebanyak 50 persen. Untuk perawatan, rumput ini perlu dipotong minimal satu bulan sekali. Jika ingin rumput gajah mini yang memiliki variasi pola garis berwarna putih pada helai daunnya, anda bisa memilih rumput gajah mini variegata.

Jenis rumput lain yang memiliki banyak penggemar adalah rumput Swiss atau Jepang. Rumput in imemiliki karakteristik daun yang kecil memanjang dan halus. Agar tumbuh dengan baik, rumput ini membutuhkan sinar matahari yang cukup. Selain itu, perawatan yagn dilakukan juga harus rutin. Kira-kira minimal dua minggu sekali anda harus memotongnya agar rumput terlihat rapi.

Bagi yang suka bermain golf, anda tentu tertarik dengan kualitas rumput yang digunakan dalam olahraga ini. Nah, rumput yang digunakan ternyata bernama rumput babat. Rumput ini memiliki karakteristik daun yang pendek dan halus. Namun, rumput ini butuh sinar matahari yang banyak dan harus dipotong minimal dua minggu sekali.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Awali Penghematan Energi dari Dapur

By Kevin
Penghematan energy dapat dimulai dari mana saja, salah satunya dari dapur. Sebagaimana kita ketahui, dapur merupakan ruang pengolahan bahan makanan yang digunakan setiap hari. Pengolahan makanan tersebut memerlukan air, api, listrik, dan gas, dan bahan bakar lainnya. Penggunaan energy yang efisien di dapur pada akhirnya dapat menghemat penggunaan energy dan biaya di rumah secara menyeluruh. Sebenarnya, hanya diperlukan langkah-langkah sederhana untuk menghemat penggunaan energy di dapur, di antaranya sebagai berikut.:
Pastikan area dapur memiliki ventilasi, minimal sebesar 20 persen dari luas lantai. Pemanfaatan cahaya matahari yang optimal dapat menghemat energy karena mengurangi penggunaan lampu.
Tempatkan kulkas minimal 15 centimeter dari tembok rumah. Hindarkan peletakkan kulkas berdekatan sumber panas seprti komor, oven, radiator, dan cahaya matahari langsung. Perbedaan termperatur yang ekstrem dapat mengurangi efisiensi kerja setiap alat sehingga daya yang dibutuhkan lebih besar. Hindarkan juga meletakkan lemari pendingin dari cahaya matahari langsung.
Atur suhu kulkas pada suhu ideal yang berada dikisaran 2-4 derajat celcius. Untuk freezer, atur pada suhu ideal 17 sampai 15 derajat Celsius. Sebaiknya ganti kulkas yang sudah tua, yang dibeli tahun 2001 dan sebelumnya dengna kulkas baru. Hal ini mengingat dalam 10 tahun, kulkas mengalami peningkatan kebutuhan daya hingga mencapai 75 percent. Sementara, kulkas baru dengan standar hemat energy dapat menghemat hingga 20 percent.
Gunakan lampu setempat (task lighting) untuk memasak. Nyalakan saat benar-benar dibutuhkan saja.
Pada saat memasak, tutuplah panic/penggorengan untuk mencegah hilangnya panas yang dihasilkan api. Bila panas terbuang, makanan lebih lama matang sehingga bahan bakar yang dibutuhkan akan lebih banyak.
Informasi lebih lanjut mengenai Interior Design, silakan menghubungi  bilikbagus.blogspot.com atau ornamentlandscape.blogspot.com

Selasa, 07 Juli 2015

Kursi yang Ergonomis



Ada beragam perabot rumah tangga yang selain fungsional juga berperan menambah cantik penampilan ornament rumah kita. Ada meja, kursi, almari, dan sebagainya. Perabot-perabot tersebut di masa kini didesain dengan berbagai bentuk warna.


KHUSUS berbicara mengenai kursi, sekarang tersedia beragam jenis di pasaran. Kalau mau mencari yang murah banyak, ingin yang harganya puluhan juta rupiah ada. Mau yang buatan pengrajin dalam negeri gampang, ingin yang dibuat di luar negeri tak susah.


Meski telah membanjiri pasaran, urusan memilih kursi tak mudah. Tampaknya saja sepele, padahal kursi dapat memengaruhi struktur tulang kita. Apalagi jika dalam rutinitas kita sehari-hari kegiatan duduk mendominasi. Oleh sebab itu, kenali dan pilih kursi yang tepat agar tak berpengaruh buruk terhadap kesehatan.


Bahkan, kuris di ruang makan pun sebaiknya dipilih yang memenuhi kebutuhan kesehatan. Alasannya, kegiatan makan di ruang makan hampir selalu kita lakukan. Untuk kursi ruang makan atau di ruang baca, dianjurkan agar kita menggunakan kursi yang memiliki sandaran punggung tegak.


Beberapa ahli kesehatan malah menyarankan agar kita menghindari dudukan kursi yang terlalu empuk atau memiliki busa yang tebal. Bila kursi terlalu nyaman, dianggap akan mendorong kita mengambil posisi duduk yang kurang baik. Akibatnya, tanpa disadari, punggung akan cenderung membungkuk ini  tidak baik untuk kesehatan tulang. Jika kondisi ini dibiarkan dalam tempo lama, dikhawatirkan tulang punggung bisa melengkung.


Untuk mendapatkan kursi yang aman dan sehat, kita bisa mempertimbangkan aspek ergonominya. Kkusi makan misalnya, disarankan memiliki sudut kemiringan dudukan dan sandaran punggung antara 5-10 derajat. Kemiringan ini seperti bidang siku-siku yang diputar.


Bila tidak yakin akan kemiringannya, kita bisa mencoba dulu kursi yang hendak dibeli. Jika kita bisa duduk dengan nyaman dan postur tubuh tidak berubah, itu artinya kursi tersebut ergonomis. Lebih baik lagi, jika kita mau memakai kursi yang tanpa busa, semisal kursi kayu tau plastic fiber. Kursi-kursi seprti ini umumnya lebih bisa menjaga posisi tulang punggung, meski terasa keras.

Sabtu, 06 Juni 2015

INFO KLASIKA | INTERIOR

Suntikan Segar di Area Dapur


By Kevin


Bangunan sebagai hasil karya manusia juga merupakan bentuk komunikasi seperti halnya bahasa. Oleh karena itu, beragam unsur berupaya disajikan dalam suatu bangunan.


RUMAH urban mensyaratkan beberapa hal untuk melengkapi kenyamanan berhuni. Praktis, fungsional, tetapi juga mengusung estetika tinggi. Setiap perabot yang mengisi suatu area rumah bisa dipastikan tak hanya berguna dari sisi fungsi, tetapi juga mengedapankan gaya harmonisasi desain interior secara keseluruhan. Dapur pun berubah wajah. Ia kini termasuk area yang selalu dipamerkan.


Dalam perjalanannya, dapur tak semata tempat untuk mengolah makanan dan memasak. Ia kini juga dianggap sebagai pusat kehidupan di rumah, di mana proses komunikasi antaranggota keluarga terjalin hangat.


Material, warna, hingga tata letak furniture dapur terus diubah demi mendapatkan titik kenyamanan optimal bagi pengguna. Para perancang mengemasnya dalam sebuah sistem terintegrasi yagn kini melahirkan konsep lifestyle kitchen untuk menyesuaikan gaya hidup pemakainya. Inovasi dan teknologi terkini disematkan dalam setipa rancangan perabot dapur tersebut. Hal ini meliputi riset material baru, pengembangan cara terkini untuk struktur dapur, serta mencari mekanisme yang dapat meningkatkan fungsi serta manfaat dari sebuah desain. Tak terkecuali, tampilannya yang memikat mata.


Para desainer dunia saling berlomba melahirkan rancangan dapur yang inovatif sekaligus eksklusif. Kedetailan rancangan dan pemilihan material menjadi salah satu tolok ukur kecanggihan Compasso d’oro alla Carierra (Golden Compass for Lifetime Achievement) tahun 1995, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam asosiasi industry desain Italia, memunculkan nama Boffi sebagai satu-satunya pembuat desain dapur yang mendapat penghargaan tersebut.


Pada 2 Juni lalu, Boffi berkenalan dengan Indonesia melalui dua koleksi terbarunya, yakni k20 (K-Twenty) yang dirancang oleh Norbert Wangen dan Aprile yang diciptakan Pierro Lissoni. K20 menampilkan material baru untuk area worktop dan pintu, sementara tepi pintu tersembunyui di pinggir panel sehingga terlihat lebih rapi. Bagian back-splash dilengkapi laci dengan lampu terintegrasi.


Lain halnya dengna koleksi Aprile yang menampilkan material dari bahan alami, seperti kayu yagn menggunakan teknik finishing terkini, dipadu baja antikarat dan batuan alami dengan beragam ketebalan. Inovasi material ini memberi solusi untuk area worktop dan area makan yang lebih luas. Dengan sistem ventilasi luar yagn inovatif pada bagian hood, kaki-kaki perabot menggunakan bahan baja antikarat untuk menyangga area breakfast bar yang terbuat dari kayu solid.


Setiap perabot dapur dirancang untuk memenuhi gaya hidup dan kebiasaan pengguna. Tampilan perabotan yang cantik akan semakin membuat anda betah berlama-lama bercengkerama bersama kerabat sembari mengudap.

Boffi.com

Selasa, 05 Mei 2015

TANGGA

KEMBALI PADA TANGGA


By Kevin


Ada yang kini terpinggirkan pada bangunan-bangunan tinggi. Tangga. Elemen ini kini biasanya dijadikan jalur dalam keadaan darurat saja. Dalam kondisi normal, orang akan memencet tombol untuk berpindah level.


TANGGA, selain menjadi tidak seberfungsi dulu, terkait dengna isu lain, kesehatan dan energy. Hal ini menarik perhatian department of health and mental hygiene’s AS. Di gedung itu, dipasang poster kampanye yang berbuny, “Burn caloris”, not electricity. Take the stairs!” Kampanye ini bertujuan menurunkan menurunkan tingakt obesitas dan gaya hidup tak sehat sekaligus mengajak orang-orang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tentu saja kita tidak harus menggunakan tangga untuk naik sampai tujuh lantai. Memanfaatkannya untuk dua atau empat lantai pun sudah merupakan kontribusi yang positif.


Menggunakan tangga untuk berakitivitas berdampak signifikan terhadap kesehatan. Seperti kita ketahui, tingkat obesitas di AS tinggi sekali. Sebuah penelitian bahkan megnungkapkan, jika orang Amerika meluangkan waktu untuk menggunakan tangga dua mint lebih lama setiap harinya, mereka dapat membakar kalori dan nantinya bisa mencapai berat badan rata-rata.


Masalahnya, meski kita tahu bahwa menggunakan tangga lebih sehat dan lebih ramah lingkungan daripada memakai lift, rasa malas kerap menghalangi niat memilih tangga. Selain itu, jika tangga berada di posisi yang tidak strategis ata utidak terawatt, kita merasa tidak nyaman menggunakan tangga tersebut. Memahami hambatan psikologis ini, New York City menerapkan strategi lain. Mendorong orang naik tangga dengan mendesain tangga semenarik mungkin.


Arsitek Tim Burney juga pernah memberikan pernyataan, “Ada masa sebelum lift, ketika tangga merupakan kesempatan besar arsitek untuk mengeksplorasi ruang tiga dimensi.” Sebelum ada lift, tangga menjadi bagian dari ekplorasi kreatif para arsitek. Mereka berupaya mendesain tangga dengan estetis. Hal ini membangun kesempatan bagi para arsitek untuk memberikan solusi yang cerdas.


Hal inilah yang dilakukan Edge Design Institute di Hong KOng. Mereka mengubah tangga umum yang sepi menjadi tempat yang menarik untuk didatangi dalam apa yang mereka sebut The Cascade Project. Terletak di The Centrium, susunan anak tangga ini menawarkan pengalaman berbeda dengan adanya patung-patung asimetris yang bisa dijadikan tempat duduk di baigan pinggirnya. Sistem pencahayaan yang menciptakan atmosfer hangat dihadirkan untuk membuat ruang itu nyaman bahkan di malam hari. Nah, bagaimana cara kita di sini untuk membuat orang kembali tergerak untuk memilih tangga.