Kamis, 26 Mei 2011

Ornamen | Lampu

Pencahayaan Kamar Tidur

Oleh Kevin

Bayangkan betapa nikmatnya ini, setelah mandi air hangat dan bersalin dengan baju yang longgar, kita bentangkan tangan dan robohkan tubuh di atas kasur empuk dalam kamar tidur yag sejuk. Rasanya beban hidup seketika lenyap.

Kamar tidur ibarat ruang paling pribadi seseorang. Kita bebas melakukan apa pun dalam ruang ini, selama mata masih mampu terjaga. Namun, sebagai ruang yang fungsi utamanya adalah tempat beristirahat, kenyamanannya haruslah nomor satu.

Sebagai ruang yang menawarkan bantuan untuk mengusir lelah, kebersihan, furniture, dan tata cahayanya mesti kita perhatikan. Ketiga hal itu membantu ktia mendapatkan tidur yang berkualitas.

Untuk pencahayaan, umumnya dalam kamar tidur diatur dengan tiga cara, yaitu pencahayaan umum berasal dari lampu downlight yang dipasang di plafon. Bisa juga dengan paparan cahaya tak langsung dari balik drop ceiling. Cahaya yang dihasilkan akan membias dan terasa romantis.



Pencahayaan yang tegas tak kita butuhkan untuk kamart tidur sebab itu akan membuat kita sulit mengantuk. Tapi kita juga perlu menyediakan lampu baca, sebab pada masa kini kesempatan orang membaca Koran atau tabloid ada pada malam hari. Lampu baca bisa ditempatkan di atas nakas.

Adapun lampu untuk tidur umumnya redup atau temaram. Lampu ini bisa hadir bersama lampu umum di plafon. Kita cukup menambah sakelar dimmer untuk mengatur intensitas terang gelapnya sesuai kebutuhan.

Untuk sakelar, ktia bisa memakai sakelar SPDT (single pole double throw). Ini membuat kita lebih mudah mematikan lampu dari dua tempat, dari dekat pintu dan dekat hardboard. Ini memudahkan bila ingin menyalakan lampu ketika masuk kamar dan mematikan lampu menjelang tidur tanpa harus beranjak.


Pengaturan tata cahaya yang baik pada kamar tidur, tentu mendukung kita untuk beristirahat dengan lebih nyenyak. Esok hari pun kita akan bangun dengan segar dan siap menyambut pagi dengan semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar