Sabtu, 03 Maret 2012

Ornamen Kamar Tidur

Mengolah Dinding dan Lantai kamar Tidur

Oleh Kevin

Masih bicara tentang kamar tidur yang nyaman. Bila telah menempatkan ranjang dan kasur yang sesuai, ditambah pencahayaan yang bikin ngantuk, sekarang kita bisa mengolah dinding dan lantainya.

Kalau kamar tidur sudah terlihat cantik, tidur pun akan semakin nyenyak dan membantuk menyegarkan kembali tubuh kita. Ada beberapa cara sederhana untuk membuat kamar tidur tampil menarik.

Bagian dinding yang acap diberi sentuhan warna yang berbeda adalah bagian belakang bed head, sebab bagian ini mampu menghadirkan point of interest. Selain warna, sering pula diberi bahan yang berbeda. Kamar akan tampil dengan nuansa tersendrii.

Dalam nenggunakan pelapis dinding, disarankan mengobinasi warna agar lebih menawan. Gunakan paduan atau kombinasi yang tersedia di toko-toko wall cover. Perpaduan warna maupun corak sebaiknya senada, sehingga tidak sulit untuk dipadukan dengan furnitur lainnya.

Untk lebih menghemat, ktia bisa menggunakan kombinasi material wall cover dengan cat dinding. Untuk bagian pemisah, dapat diberikan border, baik dri kayu maupun material wall cover itu sendiri.

 
 
Bila kamar tidur kita baru, dapat mencoba terlebih dulu perpaduan dari contoh bahan, mulai dari wall cover dengan perabot, bahan lantai, hinga langit-langit. hal itu untuk simulasi keserasian ruangan secara keseluruhan.

Kalau kamar tidur didesain minimalis, kita bisa memilih motif yang tak terlalu ramai. Bila langgamnya klasik, gunakan motif-motif dengan detail yang cukup rumit. Bahkan, untuk kamar tidur anak, kita bisa memilih motif kartun.

Sekarang bicara soal lantai. Kita bisa melapisi keramiknya dengna parket atau permadani. Pilih satu bahan sebagai aksen, sehingga bahan itu hanya muncul pada bagian tertentu saja dari lantai. Sesuaikan warnanya agar tetap enak dipandang.

Aksen dapat juga dihadirkan dengan mengombinasi warna utama dengan warna lain, baik dalam dimensi yang sam maupun dalam dimensi lebih kecil atau lebih besar, dapat berupa potongan di sudut maupun dalam kreasi lainnya. Besr kecilnya tekstur yang ditampilkan dari bahan penutup lantai akan memperkuat aksen.

Kamis, 02 Februari 2012

Properti | Wallpaper

Cara Pintar PIlih Wallpaper

oleh Kevin

Bukan hanya Roma yang dapat dituju melalui banyak jalan, mimpi meningkatkan nilai estetika sebuah ruangan juga dapat dilakukan dengan bermacam cara. Mulai dari pencahayaan  atau penataan cahaya, baik itu cahaya alami yang masuk lewat jendela maupun lampu, funitur yang senada dengan ide maupun konsep ruangan, hingga mewarnai dinding dengan nuansa atau motif sesuai selera.

Selain menggunakan cat, mewarnai dinding ruangan dapat dilakukan pula dengan menggunakan wallpaper, yang oleh sebagian orang relatif lebih disukai dan memilik motif yang dapat mendongkrak keindahan ruangan.

Lebih-lebih, selain fungsi dkoratif walpaper dapat digunakan juga untuk menyamarkan dinding yang tidak sempurna. Ketidaksempurnaan tersebut, misalnya retak atau ada bekas plesteran yang jika menggunakan cat perlu dilapisi berulang-ulang.

Agar penggunaan wallpaper menjadi optimal, ada beberapa hal yang patut dicermati.

Hal tersebut antara lain, memilih motif sesuai ruangan. Misalnya, jika wallpaper tersebut akan digunakan di kamar tidur, dapat dipilih warna-warna pastel yang lembut, seperti hijau atau biru. Sementara untuk ruang tamu, warna-warna formal seperti putih bisa menjadi pilihan, atau jika untuk ruangan si buah hati dapat menggunakan wallpaper bermotif tokoh kartun.

Ukuran ruangan pun menentukan pemilihan wallpaper. Jika ruangan tersebut kecil, sebaiknya gunakan motif yang kecil pula agar ruangan tidak berkesan sempit. Begitu pun sebaliknya, untuk ruangan besar dapat digunakan wallpaper berotif besar.

Perkara memberi kesan luas atau sempit pada ruangan, cermati pula soal warna wallpaper. Warna-warna tua bisa membuat ruangan terkesan sempit, dan sebaliknya.

Sementara demi kerapian dan tampilan ruangan, cermati sambungan antar wallpaper, tentu akan lebih baik jika motif tidak terpotong pada bagian sambungan.

Minggu, 01 Januari 2012

Properti | Hunian Jangkung

Apartement dan Kondominium, Apa Bedanya?

 oleh kevin

“Anda tingga di apartemen mana?”  “Oh, saya tinggal di kondo di seberang kantor?’ barangkali masih banyak orang yang masih dibingungkan dengan pemakaian istilah apartemen dan kondominium.

Kondominium-atau orang kita biasa menyebutnya kondo-berasal dari kata bahasa Inggris yakni condominium, yang merupakan gabungan dari kata Latin “Con” yang artinya bersama atau bergabung dan “Dominium” yang berarti kepemilikan atau pengendalian. Berdasarkan asal usul katanya, kondominium berarti lebih mengacu pada ihwal kepemilikan, bukan jenis hunian.

Ada pula yang mengatakan, kondominium merupakan bentuk hak guna perumahan (di Indonesia dikenal hak guna bangunan atas rumah susun). Sementara itu, apartemen merupakan tempat tinggal yang modelnya berupa rumah susun. Jadi, yang membedakan adalah penekanannya, yang satu pada hak, yang lainnya pada fisik bangunan.

Gaya hidup bertempat tinggal di kondominium sebenarnya bukan gejala yang baru, tetapi telah ada sejak zaman romawi, kira-kira enam abad SM. Kondominium tidak mempunyak tanah, atap, atau jalan setapak sendiri, seperti halnya pada rumah biasa. Namun, pemilik unit kondominium mempunyai hak untuk melakukan apa saja terhadap unit tersebut, seperti menyewakan atau menjual kepada orang lain.

Di kalangan pegiat properti, pembedaan arti kat kondominium dengan apartemen pun kerap dikaitkan dengan bentuk kepemilikannya. Apartemen dipakai untuk menunjukkan hunian vertikal (hight-rise) yang disewakan, sedangkan istilah kondminium merujuk pada apartemen yang dijual untuk dimiliki oleh masing-masing penghuni. Kendati begitu, sekarang sudah banyak apartemen yan statusnya hak kepemilikan.

Selain itu, dikenal pula isitilah apartemen sewa dan apartemen servis. Apartemen servis adalah apartemen yang disewakan berikut layanan harian (daily service) layaknya hotel. Sementara itu, apartemen sewa (nonservis) yakni apartemen yang disewakan, baik fully furnish maupun non-furnish, tanpa daily service.

Kamis, 22 Desember 2011

Inspirasi | Abun Sanda

Gagasan Besar dari Pikiran Sederhana

executive summary by Kevin

Suatu hari dalam percakapan dengan arsitek kelas dunia Tom Wright, saya mendapat pemahaman menarik tentang sebuah karya besar. Ujar Tom, sebuah karya arsitektur yang ditoreh "dengan mudah dan sebentar saja", biasanya menghasilkan karya agung. Gedung itu jadi mudah dikerjakan dan sedap dipandang mata.

Ia mencontohkan karya dia, Burj Al Arab di Dubai yang fenomenal. Sketsa Burj yang digores hanya dalam tempo di bawah sepuluh detik ternyat dikagumi orang. Gedung Opera Sydney, yang sampai sekarang masih dikagumi warga dunia, juga lahir dari sketsa yang dikerjakan di bawah sepuluh detik.

Hotel Marina Bay Sands, Singapura yang terdiri dari tiga gedung berlantai 57, dan di atap kegita gedung itu terbujur kolam renang raksasa juga lahir dari pikiran sederhana. Moshe Safied, arsitek gedung ini membuat sketsa hotel itu juga dalam hitungan detik, tidak berpekan-pekan, tidak bertahun-tahun.

Menurut Tom, sketsa sebuah bangunan atau gedung yang dikerjakan dalam waktu lama biasanya justru tidak fantastis, pekerjaannya rumit. Hasilnya pun datar, biasa saja. "Ini menurut pengalaman pribadi saya dan sejumlah arsitek ternama lainnya," ujar Tom sambil tersenyum.

kalau berada di kolam renang Marina Bay Sands, saya suka terkagum-kagum. Di kolam yang terletak 200 meter di atas permukaan laut itu, kita bisa melihat kota Singapura dari banyak sudut. Dan, letak pinggiran kolam renang yang langsung berbatasan dengan tempat terbuka, membuat yang berenang seolah hendak menggapai gedung-gedung tinggi di sebelahnya. Salah satu letak kefantastisan gedung itu adalah kolam renang itu. Setiap hari ribuan warga dunia datang berenang atau sekadar main ke areal kolam termasyhur ini.

Pemerintah Singapura memang tangkas dan kreatif. Pemimpin negara dengan luas hampir sama luas wilayah DKI Jakarta ini, pandai menghasilkan inovasi baru. Pulau Sentosa, bisa dibuat menjadi resor kecil yang luar biasa eloknya. Aneka fasilitas, dan karya seni di sekitar resor benar-benar menimbulkan decak kagum. Lalu, kawasan di sekitar muara sungai Singapura ini dibangun banyak infrastruktur yang mencengangkan dan menggetarkan. Patung Singa dengan air muncratnya, berikut jembatan di sekitarya, membuat warga dunia dapat meraih hiburan dan inspirasi luar biasa. Pemandangan di sekitarnya, membuat warga dunia dapat meraih hiburan dan inspirasi luar biasa. Pemandangan di sekitar sini memang mencengangkan. Segala duka lara kerap lesap di sini.

Dalam konteks lebih kecil, kita kerap menemukan sentuah luar biasa di kawasan lain di dunia. Di Bedloe's Island, di mulut pelabuhan New York, misalnya, kehadiran patung Liberty (28 Oktober 1886) sangat bermakna. Begitu pula kehadiran hutan Central Park, memberi aura lain bagi kota tersibuk di dunia itu. Pembangunan beberapa kincir angin di Kota Amsterdam, memberi warna lain pula bagi kota yang dipenuhi para pesepeda tersebut. ATau, kehadiran patung Selamat Datang di bundaran Hotel Indonesia, dan Patung Hermes di Jembatan Harmoni, memberi nuansa luar biasa di Ibu Kota, Keuda patung itu kecil saja, tetapi memberi nilai luar biasa pada DKI Jakarta.

Kita memang suka terkesima oleh sentuhan-sentuhan kecil yang tentu saja dikerjakan dengan brilian oleh "orang besar".

Sentuhan kecil yang keren, bisa juga dalam bentuk lain. Keitka anda berada di sebuah hotel yang mewah di Haikou, Pulau Hainan, saya terkejut tiba-tiba ada dua orang gadis rupawan bermain suling di balkon hotel yang amat hiruk itu. Mendadak semua pengunjung hotel, yang bersuara berisik terdiam. Mereka lalu duduk menikmati suara suling yang luar biasa tersebut.

Sentuhan kecil yang meresap di hati memang selalu memesona.

Rabu, 30 November 2011

Aku dan Rumahku

Nuarta Dalam Desau Pinus

Di Kampung Tirtasari, di belakang Perumahan Setra Duta, Bandung Utara, delapan tahun lalu, seniman patung Nyoman Nuarta menanam 400 pohon pinus. Kini pinus itus seolah menjadi pelindung tiga rumah yang berdiri di atas lembah.

Oleh Putu Fajar Arcana reviews by Kevin

Di lembah dengan desau pinus itu Nuarta shari-hari memancing energi kreativitasnya. Pada areal seluas 6.000 meter persegi tumbuh juga berbagai pohon buah, seperti jeruk, jambu, srikaya, dan mangga. Tak jauh dari lokasi itu batang-batang bambu mencucuk tebing lembah. Bahkan, pohon bunut dengan batang besar dan mungkin telah berumur puluhan tahun seperti dibiarkan tumbuh liar. Tak urung hutan kecil itu menjadi sarang burung dan musang.

"Malah ada beberapa induk musang yang jinak. Kalau saya beri buah, eh malah datang. Biasanya sih pagi atau petang hari," tutur Nyoman Nuarta pada awal Mei 2011.

Tiga rumah yang dibangun Nuarta masing-masing diperuntukkan bagi dua putrinya, Anya dan Tasya. Sementara satu rumah lain yang langsung menghadap lembah belum selesai dibangun. Rumah itulah nanti yang menjadi tempat hidup Nyoman Nuarta. "Sekarang saya menempati rumah Tasya, yang kebetulah tinggal bersama suaminya di Jakarta," tuturnya.

Kendati berstatus rumah "pinjaman" dari anknya, perupa kelahiran Tabanan, Bali, itu membangun "studio", tepatnya ruang kerja, di lantai dua. Ia juga memiliki satu ruang kerja lain didalam kamar tidurnya. Asal tahu, kendati berprofesi sebagai seniman patung. Nuarta tidak lagi memegang pahat untuk menatah kayu atau batu. Sejak awal ia mengkhususkan diri menekuni patung logam dengan teknik cor. Oleh sebab itu, sejak awal pula seniman ini bekerja dengan komputer.

"Sudah tak ada lagi pensil atau kertas untuk buat sketsa. Saya sudah langsung menggambar di komputer kendati belum tiga dimensi," katanya. Penyertaan teknologi di dalam seluruh proses kerja patung itulah yang membuat Nuarta leluasa mengerjakan patung-patung luar ruang berukuran raksasa.

Tiga Dimensi

Tiga gugusan rumah di lembah Tirtasari milik Nuarta, dalam istilahnya, termasuk rumah tiga dimensi. "Sluruh sisi rumah diberi akses ruang terbuka, seperti kebun dan jalan. Jadi, tidak ada sisi yang disebut belakang," katanya.

Nuarta membuat jalan di antara masing-masing rumah, lalu di sisinya di tanami pohon seperti srikaya dan jeruk. Di bagian depan dan samping berderet pohon pinus. Sementara di halaman tengah terdapat kolam renang yang kebetulan belum difungsikan.

Dari ruangan kerja, baik yang di kamar maupun di dekat ruang keluarga, Nuarta bisa leluasa memandangi deretan pinus atau hutan di sepanjang garis lembah. Dari situ, ia juga bisa memandang atap NuArt Gallery miliknya yan belokasi di seberang lembah. Bahkan, bengkel kerjanya bisa juga dipandangi dari lantai tiga rumahnya yang terbuka.

Rasanya agak aneh, di tengah hutan pinus berdiri tiga gugus rumah berbentuk kotak yang dikonstruksi dari baja dan beton. Nuarta punya alasan spesifik soal itu. "Kalau aku pakai kayu, berarti harus menebang pohon. Pohon tidak tergantikan, Bung," katanya.

Ia merasa rugi menanam ribuan pohon di sekitar galeri, bengkel, dan rumahnya jika akhirnya haru mendirikan rumah dari batang-batang pohon. Di luar soal itu, menurutnya, dari Lembang sampai Bandung terdapat sesar yang setiap saat bisa bergeser menjadi gempa, "Makanya seluruh struktur rumah ini sudah memperhitungkan daya tahan terhadap gempa dalam skala tertentu. Kita tidak tahu kapan itu akan terjadi," tutur Nuarta.

Rumah dalam diri Nuarta harus menjadi simbol dari kreativitas. Dari ruang kerja ia merancang gambar-gambar patung, lalu mengolahnya di bengkel, yang kira-kira hanya berjarak 400 meter, bersama para staf dan tukang-tukangnya. Tak tanggung-tanggung, bengkel kerja Nuarta sebagian besar berupa ruang terbuka yang penuh dengan aneka rangka dan bagian-bagian patung berukuran besar yang sedang dibangun. Satu kepala patung saja bisa beriameter 5-15 meter.

Lembah dan suara air terjun yang mengalir dekat bengkel kerjanya selalu menjadi desau alam yang memancing kreativitas. Itulah yang, menurut lelaki berbadan tinggi besar ini, selalu membuatnya merasa hidup, "Seolah air kreativitas itu tak pernah habis di sini," katanya.

Nuarta termasuk seniman yang betah "berkeliaran" di sekitar rumahnya sepanjang hari. "Paling saya dari ruang kerja ke galeri, kafe, dan bengkel, semuanya dalam lingkungan ini," katanya. Di areal seluas sekitar 3,5 hektar milik Nuarta terdapat fasilitas-fasilitas tadi, termasuk taman patung. "Semuanya saya buat agar merasa betah bekerja," tuturnya.

Saat burung pelatuk bernyanyi seperti memberi tanda bahwa hari sudah petang, kami bergegas ke lantai atas. Dan dari situ lembah hijau bisa di pandang sepanjang hari...

Properti | Dapur

Dapur Nyaman dengan Peralatan yang Lengkap

Oleh Kevin

Bagi sebagian besar orang, dapur merupakan ‘jantung’ rumah. Bahkan, bagi masyarakat suku tertentu seperti Jawa, dapur atau biasa disebut pawon memiliki porsi terbesar dibandingkan ruang yang lainnya. Bahkan terkadang, kandang ayam dan sumur pun berada di dalam pawon.

SEIRING dengan perkembangan zaman, dapur tak lagi tampil kumuh. Mala hboleh dibilang, harga kitchen set bersaing dengan harga seperangkat bed set di kamar tidur anak. Tak hanya tampil apik, sebuah dapur juga dituntut kelengkapannya. Bayangkan jika di tengah malam lapar, anda tak bisa menggodok mi instan hanya karena tak punya panci kecil.

Oleh karena itu, sebelum membeli perlengkapan dapur, anda juga perlu memikirkan ritual dan kebiasaan anggota keluarga. Jika ada anggota keluarga yang memiliki kebiasaan minum kopi pada pagi hari, seperangkat coffe maker bisa menjadi perangkat sangat penting.

Untuk ukuran standar, berikut ini adalah beberapa perangkat yang wajib dimiliki di ruang makan dan dapur:
  1. Satu set meja makan.
  2. Lemari kecil. Pilih yang berlaci agar selain dapat menyimpan makanan, makanan instan, bumbu dapur, juga bisa menyimpan sendok, garpu dan pisau.
  3. Taplak meja. Setidaknya miliki tiga buah taplak dengan motif beda yang bisa dipadupadan
  4. Peralatan makan. Terdiri dari piring, gelas, cangkir, mug, sendok dan garpu, mangkuk, dan serbet.
  5. Peralatan dapur. Terdiri dari kompor, satu set pisau, tempat sendok dan nasi, sendok sayur, sendok lauk, sodet, saringan, wajan cekung, wajang anti lengket, pembuka botol, talenan kayu, parutan, tempat garam dan merica, serta nampan.
  6. Rak piring
  7. Rice cooker
  8. Lemari Es.

Jika masih ada dana yang tersisa dari budget, tak ada salahnya jika anda membeli micorwave, food warmer, toaster, dan juicer.

Dengan perlengkapan dasar dapur yang lengkap, anda bukan hanya bisa menyajikan hidangan degan mudah dan praktis, tetapi juga bisa menjadikan ruang dapur berfungsi ganda sebagai tempat maka ndan berkumpul keluarga.

Selasa, 22 November 2011

Kamar mandi mungil tampak lebih luas

Oleh kevin

Kamar Mandi, karena hanya digunakan sekali-sekali, seringnya ditempakan di area yang mungil. Sementara itu, sisa ruang kebanyakan dimanfaatkan untuk keperluan lain. Sebab itu, tak heran jika sebagian besar dari kita memimpikan memiliki kamar mandi lebih luas.

Jika itu yang diinginkan, tidak perlu membuat kamar mandi baru, Kamar mandi yang sudah ada sekarang ini dapat disiasati agar terasa lebih lega. Caranya antara lain berikut ini.

Pilih warna terang untuk diding, lantai, dan plafon kamar mandi. Warna yang dipilih misalnya putih, krem, atau biru muda. Untuk lantai dan dinding, pilih keramik berwarna polos dan hindari motif yang ramai. Plafon pun sebaiknya dicat putih, agar ruang terkesan lebih tinggi dan lega.

Perbanyak cahaya masuk. Ruang yang terang akan tampak lebih luas dibandingkan ruang yang gelap. Selain dari lubang-lubang angin, cahaya alami dapat diperoleh dengan cara membuat bukaan didinding dengan glassblock. Sebagian plafon juga dapat dibuat ransparan agar cahaya matahari dapat menyinari.

Minimalkan penggunaan perabot yagn bentuknya menonjol, karena perabot seperti ini akan membuat ruang tampak lebih sesak. Jika membutuhkan tempat penyimpanan, manfaatkan rak atau lemari pipih pada dinding. Baigan bawah watafel juga dapat digunakan sebagai ruang simpan.

Pasang cermin lebar di salah satu dinding. Cermin mampu menggandakan ruang yang ada di hadapannya, sehingga ruang akan tampak dua kali lebih luas. Selain di atas wastafel, crmin juga dapat dipasang di atas kloset atau pada dinding kosong lainnya.

Enyahkan segala barang-barang yang tidak perlu. Barang-barang yagn menumpuk akan membuat ruang terasa lebih sempit. Kelompokkan alat-alat mandi dan simpan di tempat tersendiri. Begitu juga alat pembersih kamar mandi. Usahakan semua masuk ke lemari dengan rapi.

Informasi lebih lanjut mengenai interior, arsitektural, dan landscape bisa menelusuri situs kami di OrnamenLandscpe.Blogspot.com, semua referensi mengenai keragaman hunian dan segala ornamen bangunan bisa dibaca!